Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

Positive Thinking perlu dilatih

Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi: A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.




Memiliki positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Kiat berikut bisa berguna.

Afirmasi verbal setiap hari
Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam "Kamu bisa!" atau, "Kamu pasti bisa!" Makin keras ucapan kita makin mampu mempengaruhi bawah sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

Gunakan kata positif
Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, "Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita." Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

Pasang gambar atau tulisannya
Menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

Penuhi sekeliling kita dengan citra positif
Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena itu beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Sekali waktu saat kita sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali fokus pada keinginan yang sedang kita kejar.

Sering-sering ucapkan "Terima Kasih"
Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran kita. Ucapan "Terima Kasih" akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan "Terima Kasih"? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih ketika misalnya, ditolong orang saat terjatuh. Padahal makin sering berterima kasih, makin terbangun pikiran positif.

Dengarkan uraian motivasional
Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Kita bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam "pengisian baterai" untuk mental kita.

Jangan Simpan Kentang Busuk

Pada suatu hari di sebuah sekolah dasar, seorang guru mengadakan permainan dengan para muridnya. Saat itu, semua murid telah membawa kantong plastik transparan beserta beberapa kentang kecil. Kemudian ibu guru berkata,"Anak-anak, apakah ada di antara kalian yang mempunyai rasa tidak senang atau benci kepada yang lain?"

Spontan anak-anak itu menjawab,"Ada, Buuu.."

"Nah, kalau begitu tuliskanlah huruf atau kode yang menunjukkan orang tersebut di kentang yang kalian bawa. Kalau ada yang punya rasa tidak senang kepada lebih dari satu orang, berarti kentangnya harus sebanyak orangnya ya.."

Kemudian, masing masing anak menandai kentangnya sesuai dengan jumlah orang yang tidak disenangi. Ada anak yang menuliskannya pada satu kentang, dua kentang atau bahkan lebih. Lalu ibu guru menjelaskan, "Aturan permainannya adalah seperti ini. Kalian harus membawa kentang itu di dalam kantong plastik selama satu minggu.Tidak berat kan?" tanya bu guru. Anak-anak itu menggelengkan kepalanya.

Kemudian, selama satu minggu di sekolah, mereka semua membawa kentangnya kemana-mana. Baik saat makan di kantin, pergi ke toilet, main di lapangan, atau di kegiatan lainnya. Hari pertama tidak ada masalah karena murid-murid menganggapnya tugas yang mudah. Akan tetapi setelah beberapa hari, kentang yang mereka bawa mulai berubah warna menjadi hitam dan mulai membusuk. Aromanya sangat tidak enak. Anak-anak yang membawa lebih dari satu kentang mulai merasakan beratnya tugas ini.

Setelah satu minggu, ibu guru membahas tugas ini di kelas bersama para muridnya.

"Bu guru, rasanya tidak enak sekali membawa kentang busuk kemana-mana. Saya jadi tidak enak makan," kata seorang murid. Murid-murid yang lain mengiyakan dan bergantian curhat kepada ibu guru, tentang betapa tidak enaknya membawa kentang busuk ke mana-mana.



Kemudian sang guru menjelaskan arti permainan itu. "Anak anak, kentang itu ibarat kebencian atau rasa tidak suka yang kita pendam terus terhadap seseorang, yang terus kita bawa ke mana-mana. Sangat tidak nyaman kan? Karena itu, jangan menyimpan dendam atas kesalahan yg dilakukan oleh temanatau orang lain kepada kita. Semakin lama kita simpan dalam hati, maka kita akan semakin merusakmental dan jiwa, sama seperti racun yang ada dalam kentang busuk ini. Apakah kalian memahami penjelasan ini?"

"Paham, Bu...," jawab mereka serempak.

Pembaca yang bijaksana,

Kesalahan orang kepada kita, apapun bentuknya (baik disengaja atau tidak disengaja), yang pasti kalau kita ingat terus, apalagi timbul dendam dan berusaha membalas dengan lebih kejam lagi, maka sepanjang hidup justru kita akan menderita. Sebaliknya kalau kita yang melakukan kesalahan, baik itu disengaja atau tidak, maka percepat minta maaf atas kesalahan yang kita lakukan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kata Bijak

Kumpulan kata petuah bijak (wisdom) ini saya kutip dari situs , mungkin bisa berguna buat anda yang sedang memerlukan kata bijak baik untuk diri sendiri atau orang-orang dekat anda.Mengingat jumlahnya ynag terlalu banyak maka akan saya coba posting secara bertahap.

Kumpulan Kata-Kata Bijak Tokoh Terkenal
Andre Gide
“”Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki
daripada disukai atas sesuatu yang tidak Anda punyai.” Andre
Gide (1869–1951), penulis dan humanis Prancis, peraih Nobel
Sastra 1947″
*
Maxwell Maltz
“”Pengembangan diri adalah nama permainan; tujuan
utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan
lawan.” Maxwell Maltz (1927–2003), motivator dan ahli bedah
plastik asal Amerika Serikat”
*
Percy Bysshe Shelley
“”Janganlah takut pada masa depan, jangan pula
menangis untuk masa lalu.” Percy Bysshe Shelley (1792–1822),
pujangga Inggris”
*
Tom Krause
“”Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau
kerjakan, kau tidak akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause
(1934), motivator, guru, dan pelatih”
*
Dale Carnegie
“”Setiap orang bisa mengkritik, mengecam, dan
mengeluh. Tapi hanya orang berkarakter yang bisa mengontrol
diri untuk memahami dan memaafkan.” Dale Carnegie
(1888–1955), penulis dan pengajar asal Amerika Serikat

*
Sun Tzu
“”Bertempur dan menaklukkan musuh dalam peperangan
bukanlah kehebatan paling tinggi; kehebatan tertinggi
terjadi ketika Anda mampu menghentikan musuh tanpa
perlawanan.” Sun Tzu, penulis dan filsuf China”
*
Johann Wolfgang von Goethe
“”Keraguan hanya bisa dihilangkan dengan tindakan.”
Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis
asal Jerman”
*
Marcus Tullius Cicero
“”Saya tidak malu mengakui kebodohan saya terhadap apa
yang tidak saya ketahui.” Marcus Tullius Cicero (106–43 SM),
pengacara, penulis, cendekiawan Romawi Kuno”
*
Robert Orben
“”Jika Anda bisa tertawa bersama, Anda pun mampu
bekerja bersama.” Robert Orben, pesulap dan penulis komedi
asal Amerika Serikat”
*
Peter F Drucker
“”Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato
dan mencitrakan diri agar disukai; kepemimpinan tergambar
dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya.” Peter F
Drucker, pendidik dan penulis asal Amerika Serikat”
*
Pablo Picasso
“”Muda tidak tergantung usia.” Pablo Picasso, seniman
dan pelukis Spanyol (1881–1973)”
*
Indira Gandhi
“”Manusia cenderung melupakan kewajibannya daripada
haknya” Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India”
*
Margaret Mead
“”Salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar
adalah memiliki seseorang untuk bertanya di manakah Anda
saat Anda tidak pulang ke rumah malam hari.” Margaret Mead
(1901–1978), antropolog Amerika Serikat”
*
Kenji Miyazawa
“”Kita harus merangkul rasa sakit dan membakarnya
sebagai energi dalam perjalanan hidup kita.” Kenji Miyazawa
(1896-1933), pujangga dan penulis Jepang”
*
Arthur Schopenhauer
“”Mengatasi kesulitan adalah pengalaman paling
menyenangkan dalam hidup.” Arthur Schopenhauer (1788-1860),
filsuf Jerman”
*
Jean-Paul Sartre
“”Saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan
secara terbuka; karena di sanalah sumber segala kekacauan.”
Jean-Paul Sartre (1905–1980), filsuf dan penulis Prancis”
*
Carl Gustav Jung
“”Kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak
diimbangi oleh kesedihan.” Carl Gustav Jung (1875–1961),
psikiater asal Swiss”
*
Johnny Depp
“”Cinta itu seperti gempa bumi—tidak bisa diprediksi,
sedikit menakutkan, tapi ketika bagian yang paling sulit
sudah terlewati kamu akan menyadari betapa benar-benar
beruntungnya kamu.” Johnny Depp, aktor Amerika Serikat”
*
Thomas S Szasz
“”Pengetahuan diperoleh dengan belajar, kepercayaan
didapat dengan keraguan, keahlian dengan latihan, dan cinta
diraih dengan cinta.” Thomas S Szasz, psikolog Hungaria”
*
John Ruskin
“”Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras
bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi
menjadi seperti apa dia dengan kerja kerasnya itu.” John
Ruskin, penulis (1819–1900), arsitek dan kritikus seni asal
Inggris”
*
Henri Bergson
“”Agar bisa eksis harus berubah, agar bisa berubah
harus dewasa, untuk menjadi dewasa jadilah diri sendiri
tanpa berhenti.” Henri Bergson (1859–1941), filsuf Prancis,
peraih Nobel Sastra 1927″
*
Antonio Porchia
“”Jika Anda tidak menaikkan pandangan, Anda akan
mengira Andalah titik tertinggi.” Antonio Porchia
(1886–1968), pujangga Italia”
*
Dr Seuss
“”Lebih banyak Anda membaca, lebih banyak hal yang
Anda ketahui. Lebih banyak hal yang Anda pelajari, lebih
banyak tempat yang Anda kunjungi.” Dr Seuss, penulis dan
kartunis Amerika Serikat”
*
Baltasar Gracian
“”Janganlah mengambil sisi yang salah dari sebuah
argumen hanya karena musuh Anda telah mengambil sisi yang
benar.” Baltasar Gracian (1601–1658), filsuf Spanyol”
*
Antoine de Saint-Exupery
“”Sebuah tujuan tanpa perencanaan hanya akan menjadi
harapan.” Antoine de Saint-Exupery (1900–1944), Penulis
Prancis”
*
Ivan Panin
“”Kamu tidak mencintai seorang perempuan karena dia
cantik, tapi dia cantik karena kamu mencintainya.’’ Ivan
Panin (1855–1942), ahli matematika Rusia”
*
Friedrich Nietzsche
“”Barang siapa yang tidak mampu memberi apa-apa, dia
juga tidak bisa merasakan apa-apa.” Friedrich Nietzsche
(1844—1900), filsuf klasik Jerman”

11 Kata Mutiara Perenungan

1. Doa bukanlah “ban serep” yang dapat Anda pergunakan ketika berada dalam masalah, namun doa merupakan “kemudi” yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan teruslah maju.


3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.


4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung tidak seperti yang kita harapkan, jangan kuatir karena hal itu juga tidak akan bertahan lama.


5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika Anda kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, Anda selalu memerlukan dasar emas.


6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata, “Tenang anak-Ku, itu hanyalah belokan, bukan akhir dari segalanya!”


7. Ketika Tuhan memecahkan masalah Anda, Anda memiliki kepercayaan pada kemampuan-Nya; Namun ketika Tuhan TIDAK memecahkan masalah Anda, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuan Anda. Anda pasti bisa mengatasinya!


8. Seorang buta bertanya pada seorang Guru, “Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?” Dia menjawab, “Ya ada, kehilangan visi!” Miliki visi dalam hidup Anda dan teruslah melangkah dengan visi itu.


9. Ketika Anda berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkan Anda dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika Anda aman dan bahagia, ingat bahwa seseorang telah mendoakan Anda.


10. Kuatir tidak akan menghilangkan masalah di hari esok, hanya akan menghilangkan kedamaian di hari ini.


11. Jawaban doa dari Tuhan tidak selalu “Yes”, tetapi terkadang “No” dengan lanjutan “Bukan itu yang terbaik untukmu..... Aku memiliki rencana yang lebih baik bagimu.”

Minggu, 17 Juli 2011

Ketika Uang (Tidak) Menjadi Segalanya

Mereka yang menganggap uang adalah segalanya seharusnya belajar dari kenyataan bahwa banyak orang kaya dan terkenal yang mati dengan cara bunuh diri atau keluarganya berantakan.

- Paulus Winarto

Uang bukan segalanya namun segalanya butuh uang. Pernyataan itu disampaikan seorang sahabat kepada saya beberapa tahun silam. Sebuah pernyataan yang singkat namun tegas. Namun, benarkah segalanya butuh uang? Perkenankanlah saya mengajukan pertanyaan tersebut kepada Anda. Apakah Anda setuju uang bukan segalanya namun segalanya butuh uang? Jika ya, sebutkan alasannya. Jika tidak, mohon sebutkan juga alasannya.

Fakta menunjukkan bahwa begitu banyak masalah hidup yang jika ditelusuri bisa saja berakar pada masalah kurangnya uang. Mulai dari anak putus sekolah, sakit yang tidak kunjung sembuh-sembuh lantaran tidak memiliki biaya berobat hingga perceraian rumah tangga karena krisis keuangan yang tidak berujung. Tidak heran jika ada yang mengatakan, “Cinta memang diperlukan dalam membangun sebuah rumah tangga namun apakah cinta saja bisa memberi makan istri dan anak-anak?”

Oh, jangan salah sangka dulu. Saya bukan hendak mengatakan uang adalah hal terpenting dalam dalam hidup. Seorang sahabat yang juga penulis terkenal Adi W. Gunawan pernah berkata, “Uang bukan nomor satu dalam hidup. Buktinya kalau tidak ada uang kita setengah mati namun kalau tidak ada oksigen kita pasti mati!” Ada yang kemudian protes dan berkata, kalau ada uang kan bisa dipakai untuk membeli oksigen? Ya, saya rasa itu tidak selalu tepat. Bagaimana jika tidak ada yang menjual oksigen, seperti di pedalaman Papua?

Seorang teman pernah berkata, uang bukan segalanya namun hampir segalanya butuh uang. Ya, hampir segalanya artinya masih ada hal-hal lainnya yang tidak bisa dibeli dengan uang. Salah satunya adalah kesetiaan suami-istri. Sebagai anak broken home saya mengalami sendiri hal ini. Saya menyaksikan bagaimana kehidupan pernikahan kedua orang tua saya harus berakhir karena kasus perselingkuhan.

Uang juga tidak bisa membeli rasa sayang dan rasa hormat anak-anak kepada orang tuanya. Begitu banyak kasus anak-anak yang kemudian menjadi nakal akibat kehilangan rasa hormat kepada orang tuanya. Rumah bagi mereka telah menjadi semacam neraka dunia sehingga mereka mencoba mencari surga dunia di luar sana. Sayangnya, pergaulan yang salah kerap membuat mereka melenceng jauh. Seringkali setelah hal ini terjadi, tidak sedikit orang tua yang menyesali dirinya karena kurang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya.

Lebih dari Sekedar Uang

Beberapa tahun lalu sesaat setelah memberikan seminar untuk sebuah gereja, seorang ibu datang menyalami saya lalu berkata, “Bapak terima kasih atas buku Melangkah Maju di Masa Sulit. Malam itu saya mau bunuh diri namun entah mengapa saya kemudian mengambil buku karangan Bapak itu dan membacanya. Seketika itu saya batalkan niat saya bunuh diri!”

Hal ini sungguh menyentuh hati saya. Saya tidak menduga kalau buku yang saya tulis tahun 2004 itu bisa menyelamatkan satu nyawa. Memang, saya juga pernah mendapatkan beberapa e-mail dengan nada yang hampir sama. Selain itu, saya sudah ratusan respon (melalui e-mail, sms, telpon atau perbincangan langsung) yang menyatakan kalau buku-buku yang saya tulis ternyata bermanfaat.

Jika sampai hari ini dan seterusnya saya terus menulis itu karena saya merasa sungguh menemukan kebermaknaan hidup saya, selain menulis adalah ungkapan rasa syukur saya kepada Tuhan yang telah memberikan saya talenta istimewa ini.

Tanpa bermaksud untuk tinggi hati, royalti bukanlah motivasi utama bagi saya menulis. Ada juga buku saya yang royaltinya saya sumbangkan sepenuhnya kepada sebuah lembaga non-profit. Tidak banyak orang yang tahu bahwa royalti penulis hanyalah sebesar 10 persen dari harga buku sebelum PPN. Itu pun masih dipotong pajak penghasilan sebesar 15 persen.

Sebagai contoh, salah satu buku saya yang berbentuk komik harga jualnya Rp 29.800. Nah, setiap buku yang terjual saya hanya mendapatkan royalti bersih Rp 2.300. Berhubung itu bentuknya komik maka saya harus berbagi dengan yang menggambar komik tersebut. Praktis satu komik yang terjual saya hanya mendapat Rp 1.150. Tentu bukan sebuah angka yang menggiurkan secara finansial namun saya mau melakukan itu. Komik tersebut saya tulis sebagai bekal berharga bagi hidup dan masa depan anak-anak saya tercinta.

Joger, seorang pengusaha kaos terkenal di Bali dengan tegas mengatakan bahwa sejak 1987 bisnisnya bukanlah profit oriented melainkan happiness oriented. “Bukan berarti saya menolak semua profit sebab sebagai perusahaan saya membutuhkan profit. Tapi bukan berarti saya mengorbankan segalanya atau melakukan apa pun demi profit. Bagi saya, kebahagiaan adalah segumpal rasa yang kita rasakan kalau kita sudah melakukan kebaikan secara jujur, ramah, bertanggung jawab, bersyukur dan bermanfaat bagi diri kita sendiri dalam optimal dan seluas-luasnya serta bermanfaat bagi stakeholders dan lingkungan hidup. Happiness oriented dapat diartikan bagaimana kita menjadi kaya, sekaya-kayanya tanpa membuat atau membiarkan orang lain tetap miskin,“ kata pendiri ‘Yayasan’ Garing yang banyak bergerak di bidang sosial kemanusiaan itu.

Sikap Terhadap Uang

Guru kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell pernah mengatakan pada dasarnya uang memberikan Anda pilihan yang lebih banyak (money gives you more options). Saya sangat setuju dengan pendapat Maxwell. Ketika Anda memiliki lebih banyak uang, Anda memiliki lebih banyak pilihan. Anda boleh memilih makan siang di mana dan berapa harganya. Bandingkan dengan mereka yang sangat kekurangan uang dan selalu berharap esok mereka masih bisa makan.

Ketika Anda memiliki banyak uang, Anda bisa memilih menyumbangkan sebagian uang Anda itu kepada sesama yang membutuhkan, membangun rumah ibadah, dan seterusnya. Intinya, mereka yang memiliki lebih banyak uang cenderung akan memiliki lebih banyak pilihan dalam hidupnya. Bukankah memiliki pilihan yang lebih banyak juga merupakan sebuah berkat dalam hidup?

Saya akan menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah ungkapan yang sangat indah dari Maxwell, “Saya menyarankan orang-orang yang berkelimpahan secara keuangan agar menjadi sungai yang mengalir bukan bak penampungan bagi kekayaan mereka. Tuhan hanya memberikan kepada Anda hal-hal yang Ia tahu akan mengalir melalui hidup Anda.” Bagaimana menurut Anda? ***

WHAT MONEY CAN BUY?

A BED BUT NOT SLEEP

COMPUTER BUT NOT BRAIN

FOOD BUT NOT APPETITE

FINERY BUT NOT BEAUTY

HOUSE BUT NOT HOME

MEDICINE BUT NOT HEALTH

LUXURIOUS BUT NOT CULTURE

AMUSEMENTS BUT NOT HAPPINES

ACQUAINTANCE BUT NOT FRIEND

SEX BUT NOT LOVE

Terjemahan bebasnya adalah:

APA YANG DAPAT DIBELI UANG?

Sebuah tempat tidur bukan tidur

Komputer bukan otak

Makanan bukan selera

Dandanan bukan kecantikan

Rumah bukan kediaman

Obat bukan kesehatan

Kemewahan bukan kesopanan

Kesenangan bukan kebahagiaan

Kenalan bukan sahabat

Seks bukan cinta


Writer : Paulus Winarto

Senin, 13 Desember 2010

Just Relax

Just Relax..
Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan inspirasi dari kata-kata seorang pembicara. Tips yang bermanfaat bagi saya. Namun rasanya kurang bila tidak di share di blog ini. So, selamat membaca. Semoga bermanfaat.



Pernahkah anda mengalami kondisi dimana anda terjebak dalam situasi buruk yang berada di luar kendali kita? Lalu mencemaskan hal-hal yang belum terjadi? Katakanlah suatu saat kita terjebak macet saat akan berangkat kerja, lalu pikiran kita mulai dipenuhi self-talk(dialog internal) seperti: “Aduh gawat, nanti aku dimarahi bos..Aduh gawat, nanti aku terkena sanksi…Aduh gawat, nanti… dll”

Demikianlah berbagai ketakutan berputar-putar di pikiran kita. Dan tentunya kita tidak ingin hal-hal yang kita takutkan itu benar-benar diwujudkan oleh pikiran kita. Di lain sisi, kita tidak berdaya untuk men-stop pikiran-pikiran negatif tersebut. Akhirnya yang sebenarnya tidak ada apa-apa, tapi kita sudah stress oleh pikiran kita sendiri.

Lalu harus bagaimana?

Kuncinya hanya satu…

Just Relax

Setiap kali pikiran negatif tersebut “berteriak-teriak” di kepala kita, lakukan langkah berikut:

Perintahkan diri untuk rileks. Tarik nafas panjang, hembuskan perlahan. Rasakan setiap tarikan nafas membuat anda semakin rileks. Lakukan berulang kali sampai tubuh anda benar-benar rileks
Amatilah pikiran-pikiran negatif yang muncul. Cukup amati, jangan terpengaruh. Posisikan diri anda sebagai penonton/pengamat.
Katakan dalam hati bahwa itu semua tidak nyata
Ganti gambaran-gambaran negatif tersebut dengan gambaran yang positif, sambil dalam keadaan diri yang rileks.

Atau kalo tidak mau repot, cukup katakan pada diri anda untuk rileks sambil bernapas yang panjang dan dalam.


Sering kali kita menjadi cemas berlebihan terhadap berbagai hal. Padahal belum tentu kecemasan-kecemasan terebut benar-benar terjadi. Kecuali pikiran kita lah yang membuatnya benar-benar terjadi akibat kita memikirkan hal-hal buruk itu berulang-ulang. Mari kita belajar untuk menjalani hidup dengan lebih rileks.

Bagi saya pribadi, tips tersebut sangat bermanfaat. Saya termasuk orang yang suka cemas berlebihan. Dan kini saya belajar untuk lebih rileks. Dan hasilnya hidup ini terasa lebih lega dan lebih menyenangkan. Dan saya percaya, ketika kita menjalani hidup ini dengan rileks, enjoy, dan bahagia, akan ada banyak hal-hal baik yang akan terjadi pada kita. :)

Kuncinya satu:

Just Relax

Dan rasakan kedamaian yang muncul dalam diri kita



Semoga bermanfaat :)

Kamis, 09 Desember 2010

Kisah Inspirasi Bag 2

Memberi Tanpa Pertimbangan
Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi.
Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini. hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau. anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi Pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih" memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?
Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.


Ketekunan Adalah Kekuatan Anda
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan
yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apa pun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda.
Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda. kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.
Situs tokoh-tokoh komik dunia.


Paku
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak. ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah „.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi,lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati
orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu
... Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf. luka itu akan tetap ada ... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka.


Berlayarlah Menuju Pantai Harapan
Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan. tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang
percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda di situ. Lepaskan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Batu Besar
Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata. "Okay. sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar
sekepalan tangan, la mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember, la bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"
Dosen bertanya kembali. "Sungguhkah demikian"?" Kemudian.dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil, la menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab,"Mungkin tidak." "Bagus sekali." sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celahcelah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas,"Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"
"Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, 'Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya." "Oh, bukan," sahut dosen. "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."
Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga. Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali."

Bagaimana Anda Mampu Kuat Bekerja
Bagaimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenal lelah? Apa pula rahasia pekerja rig lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para petani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara
mental? Sedangkan di sudut sempit yang lain. banyak orang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.
Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka: kepada keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka: kepada alam yang mengasuh mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat
cinta itu mengalir. Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu
kerja anda beberapa jam saja, maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

Sang Juara
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu. sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab,memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana
dan sedikit lampu kedip diatasnya. tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab,mobil itu buatan tangannya sendiri.Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya.Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian. Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai, la tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu,semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat. mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha. .sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya. semuanya senang, begitu juga Mark. la berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. 'Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. la lalu melanjutkan. "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuktangan yang memenuhi ruangan.
*************************************************************************
Renungan:
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.
Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, la tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark,bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua, la berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik,menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada
Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa,dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin. Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya. Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. (adapted from irfan-seeds)

MenyingKirkan PrasangKa
Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangkaprasangka.
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan, la memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya.Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret
anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.
Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda.
Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa
yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk
melihat lebih jelas dan jernih lagi.


Source Kumpulan Kisah | Cerita Motivasi | Inspirasi | Part 2
kumpulancara.com

Kisah Inspirasi Bag 1

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit

Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat,atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah,atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja.
Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit
tabungan anda.

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil.
Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita.Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. la hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat, la menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.
Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu. kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Bersyukurlah Pada Apa Saja

Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.
Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias.
Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikapbersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima.Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah.Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.

Malaikat Pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi.
Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nantiyang akan melindungiku disana?".
Tuhanpun menjawab. "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilihseorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi, 'Tapi. disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa,kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.
Tuhanpun menjawab, 'Tak apa. malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia." Namun si kecil bertanya lagi,
"Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?
Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu itu. akan membisikkanmu kata-kata
yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu. dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."
Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"
Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia
akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa."
Lagi-lagi, si kecil menyelidik. "Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?
Tuhanpun menjawab. 'Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu,walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu."
Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.
Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu."
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.
"Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...."
Tuhanpun kembali menjawab. "Nama malaikatmu tak begitu penting.
Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu..."

Garam dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?".
"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Temukan Cinta Anda

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang
bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan,pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan rekan kerja anda. maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugastugas dengan lebih baik lagi Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja.

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal. yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.
Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh. "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?"
katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.
Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima
ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."
Pria itu tersenyum dan berkata. "Ayo ikut. aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya,"Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya, la mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(diadaptasi dari: Rose for Mama - C.W. McCall)

Nenek dan Baja Batangan

Alkisah disebuah desa kecil di Negara bagian di China, hiduplah seorang anak nakal bernama Zang. Setiap hari disaat berangkat sekolah bersama teman-temannya dia akan selalu membolos karena dia tidak suka duduk berjam-jam dibangku sekolah, namun dia pasti akan pergi bermain ke sungai dibelakang desanya, Setiap hari kerjanya bermain ditepi sungai, tapi yang membuatnya sangat heran ialah dia akan selalu menemukan seorang nenek duduk di pinggir sungai dengan sebuah besi batangan yang selalu dipukulnya.
Karena merasa penasaran si Zang akhirnya memberanikan diri bertanya pada sinenek, “ Nek, setiap hari aku kemari, aku selalu melihatmu ditempat yang sama dan melakukan hal yang sama, apakah yang nenek lakukan disini?”.
Sambil tersenyum nenekpun menjawab, “ cucuku, aku sedang membuat jarum dari besi batangan ini”, “ ha ha, dengan mulut menganga Zang merasa tidak percaya dan berpikir kalau si nenek ini sudah gila, Mana mungkin besi batangan sebesar ini nenek tempa dan menjadi jarum, ini tidak mungkin nek” Jawab Zang.
“ Tidak ada yang tidak mungkin bila kita yakin dan melakukannya terus menerus cucuku, bila setiap hari dengan penuh keyakinan dan kesbaran Besi batanganpun Akan menjadi jarum”.
Dari pelajaran berharga inilah si zang terus menempa diri dan membuatnya rajin sekolah, dan tahukah anda?,,, Zang adalah seorang tokoh fenomena di china dalam bidang Sastra, namanya telah terukir dalam sejarah perkembangan sastra china.
Apakah yang bias kita etik dari kisah tersebut?
Tidak ada hal yang sulit, tidak ada hal yang tidak mungkin bila kita terus menerus melakukannya, artinya siapapun kita bila terus menerus melakukan hal yang dianjurkan System pada kita, maka Diamond atau Director bukanlah hal yang sulit untuk kita capai

Source NENEK DAN BAJA BATANGAN
kumpulancara.com

Segala Sesuatunya Tidak Seperti Kelihatannya

Kisah tentang dua malaikat yang sedang dalam perjalanan. Malam itu mereka berhenti untuk menghabiskan malam di sebuah rumah milik keluarga yang kaya raya. Keluarga itu sangat kejam dan menolak dua malaikat itu menempati ruang tidur tamu. Sebaliknya, dua malaikat itu hanya diberikan sebuah tempat yang kecil di ruang bawah tanah yang dingin.malaikat itu menyiapkan tempat tidur mereka dilantai, salah satu dari mereka melihat ada lubang di dinding rumah itu dan segeralah ia memperbaikinya. Malaikat yang lebih muda bertanya, kenapa? dan malaikat yang lebih tua menjawab,”Segala sesuatunya tidak seperti yang kelihatannya”
Pada keesokan malamnya, mereka menginap di rumah sebuah keluarga yang sangat miskin, tapi mereka adalah sepasang suami istri petani yang ramah. Setelah makan malam bersama, sepasang suami istri itu mempersilahkan malaikat untuk beristirahat ditempat tidur mereka supaya dua malaikat itu bisa tidur dengan nyenyak. Ketika matahari sudah terbit di pagi itu, dua malaikat itu melihat sepasang suami istri tersebut sedang menangis. Sapi satu-satunya yang menjadi sumber pendapatan mereka dari penjualan susunya, tergeletak dan mati.
Sang malaikat yang lebih muda bertanya,”kenapa engkau sungguh tega membiarkan hal ini terjadi?” Keluarga yang kemarin memiliki segalanya dan engkau malah membantunya. Keluarga kedua, tidak punya apa-apa tapi mau berbagi dengan kita dan engkau membiarkan sapi mereka mati.”
“Segala sesuatunya tidak seperti kelihatannya”, Jawab malaikat yang lebih tua. “Ketika kita menginap diruang bawah tanah, aku tahu bahwa ada emas didalam lubang dinding rumah itu. Karena sang pemilik rumah itu tidak mau berbagi, maka aku menambal lubang didinding itu agar sang pemilik rumah tidak menemukan emas itu. Dan tadi malam ketika kita tidur ditempat tidur sepasang suami istri petani ini, malaikat kematian datang untuk menjemput sang istri. Aku menukarnya dengan sapinya.
“Segala sesuatunya tidak seperti kelihatannya.”

Source Segala Sesuatunya Tidak Seperti Kelihatannya
kumpulancara.com

Kisah Si Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu".

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan.

Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang
majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?" "Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga". Kata si penebang.

"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun.

Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti ,

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola.

Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Source Kisah si Penebang Pohon
kumpulancara.com

Cara Visualisaskan Goal Anda

Artikel ini Berisi Cara Tepat, Praktis, dan mudah Memvisualisasikan Goal Anda. Lain dari yang lain, mungkin anda sudah banyak membaca cara-cara memvisualisasikan Goal-goal anda tapi belum berhasil, mudah-mudahan Anda temukan dalam atikel sederhana ini, sudah ribuan orang terbantu.

Ternyata, Kita punya kekuatan unik yang tidak dimiliki orang lain dan belum pernah diajarkan bagaimana menggunakannya, Demikian penjelasan JACK CANFIELD, Penulis “ Chicken Soup For The Soul “ dan Pelatih yang telah sukses ini.

Sayang rasanya anda melewatkan isi artikel ini, karena untuk bisa mendapatkannya Anda harus menguras Isi kantong yang tidak sedikit untuk membeli buku atau mengikuti Seminarnya.
Kekuatan itu pula yang dipakai para Atlit terkemuka, orang kaya, serta mereka yang berhasil meraih goal atau cita-cita. Visualisasi itulah kekuatan yang dimaksud Canfield, Latihan memvisualisasikan goal setiap hari, mempercepat kita meraih cita-cita, Visualisasi ini berhubungan dengan 4 hal penting :
Mengaktifkan alam bawah sadar kreatif mencari cara meraih goal.
Memprogram otak agar lebih siap merasakan dan mengenali sumber-sumber yang dibutuhkan untuk meraihnya
Mengaktifkan Hukum Daya Tarik, mengiringi Anda kala bertemu orang, sumber dan peristiwa yang dibutuhkan untuk meraih Goal.
Membangun Motifasi dalam diri untuk Bertindak.

Visualisasi Mudah dilakukan, yakni duduk dengan nyaman, menutup mata dan membayangkan sedetil mugkin apa yang anda lihat jika Goal terwujud.

LATIHAN MENTAL
Di Amerika, para Atlit menyebut Visualisasi ini sebagai “Latihan mental” mereka menggunakannya sejak tahun 1960-an, mempelajarinya dari orang-orang Rusia. Yang harus dilakukan adalah meluangkan waktu sejenak setiap hari, terbaiknya yaitu ketika bangun tidur, setelah meditasi atau berdo’a, dan sebelum tidur. Inilah waktu dimana anda sangat rileks, lakukan hal-hal berikut:

PERTAMA:
Bayangkan diri anda duduk didalam bioskop, lampu mulai mati, dan Filmpun diputar. Itulah film tentang tindakan anda yang ingin menjadi lebih baik. Lihat sebanyak mungkin detil yang bisa anda ciptakan, termasuk baju, ekspresi wajah, gerakan tubuh, lingkungan, dan penonton disekitar. Tambahkan suara-suara yang ingin anda dengar, misalnya lalu lintas, musik, pembicaraan orang lain, serta tawa canda. Bayangkan Film dengan keterlibatan Anda.

KEDUA :
Berdiri dari tempat duduk lalu berjalan ke layar, dan masuk ke film yang telah diputar. Kini bayangkan kembali anda sedang di film, ini disebut “ imej tubuh ” bukan “ Imej jarak “. Itu akan member efek lebih dalam, tentang apa yang anda alami.
Lihat semua dengan detil dan jelas, dengarkan suara yang ingin didengar, dan rasakan yang ingin dirasakan.

KETIGA :
Akhirnya, berjalan keluar dari layar yang masih menampilkan gambaran anda, kembali duduk lalu seperti menggenggam layar dari tempat duduk. APa yang digenggam tadi, anda Kunyah lalu telan . Yang anda telan tadi adalah gambaran anda bersama film. Bayangkan layar itu berjalan dari mulut ke perut dan diserap tubuh. Bayangkan setiap sel tubuh berisikan film yang anda Lakoni, seperti toko elektronik dimana 50 televisi menyetel acara yang sama.
Setelah proses itu biasanya kurang dari lima menit, anda lalu membuka mata dan kembali beraktifitas. Jika menjadikannya rutinitas, Anda akan terkejut betapa banyak kemajuan yang bisa anda hasilkan dari olah pikir tersebut.

Yang anda telan tadi adalah gambaran anda bersama film. Bayangkan layar itu berjalan dari mulut ke perut dan diserap tubuh. Bayangkan setiap sel tubuh berisikan film yang anda Lakoni, seperti toko elektronik dimana 50 televisi menyetel acara yang sama.

GAMBARAN GOAL
Tekhnik lain adalah menciptakan gambaran tentang anda dan goal. Jika salah satu Goal anda punya mobil baru, disebuah dealer mobil, anda bisa berpose dibelakang mobil lalu difoto. Jika goal anda pergi ke paris, cari gambar menara Eifel dan gabungkan dengan foto Anda. Didukung tekhnologi photo yang sudah banyak bertebaran saat ini, Anda bisa meminta studio photo atau teman anda yang ahli olah Gambar untuk mendesainnya,

KEJELASAN GOAL
Sebisa mungkin, gambarkan dengan jelas setiap aspek goal anda, misalnya keuangan, karir, rekreasi, kemampuan baru, hal yang ingin dibeli, dan lain-lain. Ketika Canfield menulis buku “ Chicken Soup For The Soul “ pertama kali, ia menyalin daftar buku best seller dari New York Times, lalu menggunakan jenis huruf dari Koran tersebut untuk “ Chicken Soup For The Soul “ pada beberapa kategori. Ia mencetaknya sekian jumlah untuk menghiasi kantornya. Kurang dari dua tahun kemudian bukunya menempati posisi pertama disebuah kategori selama setahun.

KARTU INDEX
Canfield dan rekannya punya sekitar 30-40 goal. menulis masing-masing goal pada sebuah kartu index, menaruhnya dekat dengan tempat tidur dan membawanya kala berpergian. Setiap pagi dan malam, mereka membacanya, menutup mata dan mengulangnya pada kartu lain.

DUKUNGAN VISUALISASI
Kejelasan bukan sekedar gambaran, tapi pernyataan dan pengalaman apa yang sudah anda raih.
Contoh:
Carfield menikmati berlibur selama dua bulan setiap tahun dan bekerja 4 hari dalam seminggu. Menggulang beberapa kejelasan setiap hari, menjaga anda tetap focus pada goal, menguatkan motivasi, dan memprogram kekuatan otak bawah sadar untuk mewujudkan goal

MENGHARAPKAN HASIL
Dengan mencatat Goal, memakai kekuatan visualisasi dan mengulang kejelasan akan mengubah keyakinan, asumsi dan opini tentang orang terpenting dikehidupan anda, yaitu anda sendiri. Semua itu akan membangkitkan 18 milyar sel otak anda agar bekerja untuk satu tujuan pasti.
Sedang alam bawah sadar akan menggiringnya selama proses itu. Proses ini tak terlihat dan tak membutuhkan waktu lama. Itu terjadi setiap saat selama anda melakukan visualisasi kejelasan, berkumpul dengan orang-orang yang berpkir positif, membaca buku-buku dan mendengarkan program-program audio yang memotifasi diri. Ulang stiap kejelasan pagi dan malam hari selam sebulan, maka itu akan menjadi bagian pola pikir dan setiap tindakan anda

PERINGATAN
ARtikel Visualisasi GOAL ini


EFEKTIF JIKA
Anda menerapkan nya sebulan Penuh
DIJAMIN !!!, karena saya sudah membuktikan sendiri
AKHIR KATA
Semoga ini bermanfaat, Tiada Gading yang tak retak, Mohon maaf jika ada kekurangan.
Bila Ada diantara Anda yang butuh Desain PHOTO untuk Visualisasi
SILAHKAN KIRIM PHOTO ANDA beserta Letak Visualisasi yang anda inginkan.
Ke email saya : daenk2008@yahoo.co.id
GRATISSS

Source Cara Visualisaskan Goal Anda
kumpulancara.com

Senin, 06 Desember 2010

10 orang sukses tanpa gelar sarjana

Kompensasi gaji besar biasanya diperoleh karena seseorang memiliki gelar kesarjanaan. Namun, kebiasaan itu tidak berlaku untuk sebagian orang. Beberapa orang terkaya di dunia justru putus kuliah atau melewatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Beberapa dari mereka mewarisi perusahaan keluarga, meski ada juga yang berusaha sendiri. Ingvar Kamprad misalnya.
Dia dibesarkan di sebuah pertanian di Swedia dan memulai usahanya dengan sedikit uang dari ayahnya. Ingvar menjalani bisnis ketika masih duduk di sekolah menengah. Saat itu, usianya baru 17 tahun.


Lalu, apa kunci kesuksesan para miliarder dunia itu? Apakah karena kecerdasan mereka, kreativitas, atau hanya keberuntungan semata? Berikut 10 miliarder tanpa gelar kesarjanaan itu yang dikutip dari Business Insider:
1. Bill Gates
Bos Microsoft itu memiliki kekayaan sekitar US$54 miliar. Gates sempat kuliah di Harvard University, namun tidak selesai.
“Saya salut terhadap para lulusan (Harvard) yang mengambil jalur untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Saya termasuk yang putus kuliah dari Harvard tapi paling sukses,” kata Gates.
“Saya rasa itu yang membuat saya mengucapkan pidato perpisahan di kelas saya sendiri. Saya melakukan yang terbaik dari setiap orang yang gagal”.
2. Larry Ellison

Sumber kekayaan Ellison diperolehnya dari Oracle. Kekayaannya mencapai US$28 miliar. Ellison tidak menyelesaikan kuliahnya di University of Chicago.
Namun, uniknya, dia justru dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year oleh Harvard University School of Business pada 1990.
3. Amancio Ortega

Kekayaannya banyak bersumber dari Zara/Inditex. Ortega yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan itu sukses meraup kekayaan senilai US$25 miliar.
Yang menarik, model bisnis Ortega justru menjadi rujukan banyak sekolah bisnis.
4. Christy Walton

Walton mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya senilai US$24 miliar dari bisnis ritel besar, Wal Mart. Dia pun tidak memiliki ijazah pendidikan tinggi.
Walton justru menjadi penyandang dana untuk The Walton Family Foundation Charitable Support Foundation yang di antaranya untuk membantu mahasiswa dari Meksiko dan Amerika Selatan guna menimba ilmu di perguruan tinggi Amerika Serikat.
5. Karl Albrecht

Kekayaannya yang bersumber dari ALDI mencapai US$23,5 miliar. Kesuksesan Albrecht juga tidak dilandasi dengan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi.
Dia sempat bertugas di Perang Dunia II bagi tentara Jerman. Kesuksesan bisnis yang dikembangkan bersama saudara laki-lakinya dipelajarinya dari pengalaman di medan perang dan paskaperang.
6. Ingvar Kamprad

Melalui IKEA, Kamprad sukses menghimpun kekayaan hingga US$23 miliar. Padahal, dia tidak menyandang satu pun gelar kesarjanaan.
Awal kesuksesannya dimulai di kota Stockholm, Swedia, saat masih berusia 17 tahun. Saat itu, dia membeli korek api dengan harga murah dalam jumlah besar. Selanjutnya dia menjualnya secara eceran untuk memperoleh keuntungan.
7. Li Ka-shing

Dari bisnis real estate dan sejumlah variasi usaha lainnya, taipan Hong Kong ini memiliki kekayaan US$21 miliar. Tanpa harus menyandang gelar sarjana, bisnis Li Ka-shing sukses luar biasa.
Bahkan, Li Ka-shing tidak menyelesaikan sekolahnya di bangku sekolah menengah atas saat berusia 15 tahun. Dengan keuletan menjual bunga-bunga plastik, dia menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.
8. Liliane Bettencourt
Kekayaannya mencapai US$20 miliar. Tanpa embel-embel gelar sarjana di belakang namanya, Bettencourt sukses mengelola L’Oreal.
Namun, keberhasilannya itu juga tidak lepas dari warisan bisnis keluarganya. “Mengapa harus repot-repot belajar di perguruan tinggi, kalau Anda mewarisi perusahaan kosmetik terbesar di dunia?” tanya dia.
9. Lee Shau Kee
Konglomerat di bisnis real estate ini tidak perlu kuliah di perguruan tinggi untuk menjadi pebisnis sukses. Dengan kekayaan sekitar US$18,5 miliar, Lee Shau Kee justru banyak memberikan beasiswa bagi sejumlah mahasiswa perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia melalui Lee Shau Kee Foundation. Bahkan, dia banyak diberi gelar kehormatan.
10. Michele Ferrero

Melalui bisnis coklat yang mendunia, Ferrero Rocher, pundi-pundi kekayaan Michele Ferrero menggelembung hingga US$17 miliar.
Ferrero pun tanpa harus mengenyam pendidikan tinggi untuk meraih keberhasilannya mengelola bisnis makanan yang banyak digemari anak-anak itu.

Mengelola Stress

Stres adalah kenyataan hidup. Keadaan ini bisa ditemukan di mana saja. Di kantor maupun di rumah. Jika di kantor umumnya berhubungan dengan pekerjaan atau perilaku bos, rekan kerja, mitra bisnis, dan sebagainya. Di rumah bisa macam-macam sebabnya.

Stres pun bisa menyebabkan hal-hal di luar dugaan. Mulai dari kegemukan hingga akibat fatal semacam bunuh diri.Secara medis stres yang dibiarkan bisa mengakibatkan gangguan tidur. Akibat fatalnya bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Nah, bagaimana cara menangani stres? Berita baiknya, menangani stres tak perlu biaya. Berikut tips dari penulis buku dan pembicara Scott Halford yang bisa dilakukan dengan gratis.

Tidur. Ketika kita tidur sebenarnya kita tak benar-benar istirahat. Otak kita justru mengunduh kegiatan sehari-hari ke dalam memori kita dan membuatnya menjadi berbagai kode. Hal ini justru bisa menjdi tahapan untuk memecahkan problem yang mengganggu dalam sehari itu. Bahkan tidur yang hanya 10 menit pun bisa membuat syaraf otak kita mampu membuat keputusan terbaik dan bereaksi terhadap sesuatu yang membuat kita stres. Sebelum rapat besar, usahakan Anda sudah cukup istirahat sehingga otak siap bekerja buat kita, bukan melawan kita.

Jika dalam empat hari berturut-turut kita hanya tidur empat hingga enam jam sehari, fisik kita bisa seperti orang yang minum bir sebanyak enam pak tanpa kegembiraan yang menyertainya. Bisa dibayangkan jika dalam kondisi itu kita harus memasuki rapat besar yang menentukan nasib kita di masa depan. Oleh karena itu, jangan lupakan tidur yang cukup!

Berpikir postitif. Kita bisa menanggapi suatu kejadian sebagai hal positif atau negatif. Semua itu tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Misalnya, jika kita mendapat penolakan dari klien, kita bisa menyikapinya dengan sikap bahwa tawaran kita itu sudah tak ada harapan lagi. Kita pun jadi stres. Sebaliknya, kita juga bisa menanggapinya bahwa ini adalah tahapan awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. Dengan memberi perubahan atau perbaikan, kita bisa menawarkannya lagi. Jika sikap positif kedua yang diambil kita akan terbebas dari stres dan tetap semangat bekerja. Inilah salah satu kunci sukses seorang penjual.



Melamun. Biarkan pikiran kita mengembara. Memang banyak orang yang bilang melamun itu kebiasaan buruk. Namun sejumlah penelitian justru menemukan bahwa melamun itu membuat seseorang jadi lebih kreatif. Ketika kita mengurangi hormon stres kortisol, pikiran kita bisa mencapai bagian otak yang sebelumnya tidak terjangkau saat kita dalam keadaan stres. Oleh karena itu gunakan waktu 10 menit saja untuk melamun. Biarkan pikiran kita mengembara ke mana-mana. Siapa tahu dari sana dapat ide brilian bernilan jutaan dolar.

Tertawa. Ini salah satu pembunuh stres tercepat. Tertawa akan melawan kortisol (hormon penyebab stres) dan membuat otak belajar dan berpikir tentang sesuatu hal yang baru. Ketika kita serius, kita sedang menyalakan kondisi protektif kita. Kita mungkin bisa memecahkan masalah, tetapi hanya memecahkan masalah lama bukan mencipatkan sesuatu yang baru. Karena itu bergembiralah. Baca jokes menyegarkan. Temui orang-orang lucu. Tertawalah, ide baru segera datang!

Selamat mencoba. Salam sukses, Luar Biasa!!